Segenep Karyawan Dinas Kesehatan Kota Probolinggo mengucapkan "Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1440 H"

POSBINDU CANTIK….. APA ITU YA….???

POSBINDU CANTIK, adalah nama kepanjangan dari Pos Pembinaan Terpadu Cara Aman Terhindar dari Sakit yang ada di Dinas Kesehatan Kota Probolinggo, dilaunching oleh Walikota Probolinggo pada hari Rabu, 7 Pebruari 2018, telah melakukan kegiatan preventif seperti : Pengukuran TB/BB, Tensimeter, Kadar gula,

kholesterol, Asam Urat, Pengukuran Lingkar perut kepada pegawai di lingkungan Dinas Kesehatan.

 

Dilanjutkan pada tanggal 14 Pebruari 2018 bertempat di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kota Probolinggo Kantor Pemerintah Kota Probolinggo, dilakukan pemeriksaan kesehatan terhadap faktor risiko PTM kepada kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo.
Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan penyakit yang seringkali tidak terdeteksi karena tidak bergejala dan tidak ada keluhan. PTM dapat dicegah melalui pengendalian faktor risiko, yaitu merokok, kurang aktifitas fisik, diet yang tidak sehat dan konsumsi alkohol. Peningkatan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap terhadap faktor risiko PTM sangat penting dalam pengendalian PTM.

 

Untuk itu diperlukan pemberdayaan dan peran serta masyarakat melalui kegiatan pembinaan terpadu (Posbindu)
Posbindu PTM merupakan wujud peranserta masyarakat dalam kegiatan deteksi dini, pemantauan dan tindak lanjutdini faktor risiko PTM secara mandiri dan berkesinambungan. Kegiatan ini dikembangkan sebagai bentuk kewaspadaan ini terhadap PTM mengingat hampir semua faktor risiko PTM pada awalnya tidak memberikan gejala.
Kegiatan deteksi dini dan pemantauan faktor risiko PTM meliputi :

1. Wawancara untuk perilaku merokok, kurang konsumsi sayur dan buah, kurang aktifotas fisik, konsumsi alkohol
2. Pengukuran secara berkala tinggi badan dan berat badan, menghitung Indeks Masa Tubuh (IMT), mengukur lingkar perut, tekanan darah
3. Pemeriksaan gula darah sewaktu, kholesterol total, trigliserida

Jika pada saat wawancara, pengukuran, pemeriksaan ditemukan faktor risiko PTM, maka dilakukan tindak lanjut dini berupa pembinaan secara terpadu melalui penyuluhan individu, kelompok atau konseling secara perorangan sesuai kebutuhan. Selanjutnya bagi yang memerlukan penanganan lebih lanjyt dapat dirujuk ke fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP)/ Puskesmas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *