foto1
Dinkes Kota Probolinggo
foto1
Puskesmas Ketapang & Puskesmas Kedopok
foto1
Puskesmas Jati & Puskesmas Sukabumi
foto1
Puskesmas Wonoasih & Puskesmas Kanigaran
foto1
Example 5



Jakarta - Presiden Joko Widodo mengambil sumpah dan janji jabatan Nanda Setya sebagai Kepala Dinas Kesehatan Probolinggo di Istana Negara Jakarta, Selasa (21/06). Nanda Setya resmi dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai Kepala Dinas Kesehatan Probolinggo sisa masa jabatan 2016-2021 menggantikan dr. Shodiq Tjahjono, MM.Kes.

Pelantikan dilakukan sekitar pukul 13.00 WIB. Dihadiri sejumlah pejabat negara dan menteri kabinet kerja, tokoh politik dan pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Probolinggo, Nanda menjadi Kepala Dinas Kesehatan Probolinggo sisa masa jabatan 2016-2021.

"Saya berjanji akan memenuhi kewajiban saya sebagai Kepala DinKes dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh UUD Negara Republik Indonesia 1945, dan menjalankan segala Undang-Undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya, serta berbakti kepada masyarakat, nusa dan bangsa," demikian janji yang diucapkan Nanda Setya saat dilantik di Istana Negara.

Usai dilantik, Nanda Setya mengatakan, tugas utamanya sebagai Kepala DinKes adalah melanjutkan program pembangunan yang sudah tertuang dalam RPJMD tahun 2016-2021 serta membawa Provinsi Probolinggo ke arah yang lebih baik lagi. Ia juga akan memfokuskan pada peningkatan pembangunan Infrastruktur, Kesehatan dan Pendidikan.

"Kita juga akan fokus untuk membangun Tol Serang Timur sampai Pandeglang untuk menunjang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat disana," ucapnya.

"Namun kita juga fokus menghadapi kemarau, karena di beberapa daerah Probolinggo sedang dilanda kekeringan, namun ditengah kemarau ini masih ada panen raya, hari ini di Lebak ada panen raya, itu artinya antara iklim dengan hasil pangan harus ada desain yang baik," katanya.

Acara pelantikan Nanda Setya sebagai orang nomor satu di Probolinggo ini juga dihadiri oleh istrinya Dewi Indriyarti beserta keluarganya, Sekda Probolinggo Kurdi Matin, Kapolda Probolinggo Brigjend Boy Rafli Amar, Danrem 064/MY Kolonel Infantri Ana Supriyatna, Seluruh Pimpinan DPRD Probolinggo, tokoh masyarakat Probolinggo Embay Mulya Syarif, dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Probolinggo.

Pelantikan Nanda ini lain dari kebiasaan pelantikan Kepala DinKes yang ada di Indonesia beberapa tahun terakhir, pasalnya Nanda merupakan Kepala DinKes kedua setelah Basuki Tjahya Purnama atau Ahok yang dilantik menjadi Kepala DinKes DKI Jakarta oleh orang nomor satu di Indonesia dan dilakukan di Istana Negara

Presiden RI mengeluarkan Keppres mengenai pelantikan Nanda Setya sebagai Kepala Dinas Kesehatan Probolinggo setelah DPRD Probolinggo mengusulkan pengangkatan Kepala DinKes dan pemberhentian Kepala DinKes kepada Menteri Dalam Negeri.

Keppres tersebut bernomor 78/P Tahun 2015 tentang pengesahan pengangkatan Kepala Dinas Kesehatan Probolinggo sisa masa jabatan 2016-2021.

        Makanan jajanan adalah makanan dan minuman yang diolah oleh pengrajin makanan di tempat penjualan dan atau disajikan sebagai makanan siap santap untuk dijual bagi umum selain yang disajikan jasa boga, rumah makan/restoran, dan hotel. Sedangkan pengertian penanganan makanan jajanan  adalah kegiatan yang meliputi pengadaan, penerimaan bahan makanan, pencucian, peracikan, pembuatan, pengubahan bentuk, pewadahan, penyimpanan, pengangkutan, penyajian makanan atau minuman.

applePemerintah menyatakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatanmasih membuka kesempatan kepada masyarakat luas untuk mendaftarkan diri sebagai anggota. Sebelumnya, terhitung 1 Januari 2014, sekitar 116,1 juta jiwa penduduk otomatis menjadi anggota BPJS Kesehatan.

Direktur Kepesertaan PT Askes Sri Endang Tridarwati mengatakan, jumlah itu terdiri dari dua kelompok peserta yang dialihkan, yaitu peserta existing Askes Sosial (16,15 juta) Jamkesmas (86,4 juta), TNI dan keluarga (859.216), Polri (793.454), dan Jamsostek (8,4 juta).

Bila mereka belum memegang kartu baru, kata Sri, mereka dapat  menggunakan kartu kepesertaan lama yang saat ini masih dipegang, selama itu masih berlaku. “TNI/Polri membawa Kartu Tanda Anggota/Nomor Registrasi Pokok, dan eks Jamsostek dapat memperlihatkan kartu JPK Jamsostek lama,” kata Sri dalam laman resmi Sekretariat Kabinet.
Adapun pembuatan kartu kepesertaan BPJS Kesehatan sedang dalam proses, dan diharapkan pada April 2014 sudah selesai. Demikian pula peserta Askes Sosial dan Jamskesmas bisa menggunakan kartu lama, selama itu masih berlaku.

Lalu bagaimana bagi masyarakat yang belum jadi peserta?

Foto kegiatan

Stop Demam Berdarah

  • A1.png
  • A2.png
  • A3.png
  • A4.png
  • A5.png
  • A6.png
  • A7.png
  • A8.png

Statistik Pengunjung

274574
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
540
542
3641
3983
10641
14788
274574

Forecast Today
1080

12.36%
23.33%
13.44%
1.08%
0.11%
49.68%
Online (15 minutes ago):45
43 guests
2 members

Your IP:54.81.244.248



Copyright © 2018 Copyright Dinkes Kota Probolinggo Rights Reserved.